Happiest day of 2023. Love ya❤️
Posts
- Get link
- X
- Other Apps
To the man I know, born on May 19, 1998. I wanna say that I love you just as much as I did 5 years ago. I’m so grateful to know you and love you. Thank you for being who you are. Thank you for loving and accepting me as I am. Thank you for everyyyything. I’m glad to be with you, be your partner, be your love. I love you and always, “The luckiest man”. —D❤️
Love Language
- Get link
- X
- Other Apps
Hai, semua! Setelah sekian lama gue menghilang dari blog gue sendiri wkwkwk finally, I’m back guys! Udah lama banget ga blogging terakhir update bulan Januari, woy, apa-apaan ini??!?! Bisa-bisanya muncul-muncul di bulan September!!!?! Dea oh Dea ckckckck. SOOOO, belakangan ini fyp tiktok gue dipenuhi oleh orang-orang di luar sana yang tengah membicarakan mengenai love language dirinya dan pasangannya (juga berkaitan dengan PPKM yang sampai detik ini belum kunjung usai). Hal tersebut yang menggerakkan diri gue untuk membahas love language . Nah, apasih love language ? Love language atau bahasa kasih/cinta merupakan tindakan, perlakuan, atau sikap seseorang terhadap pasangannya atau orang terdekatnya untuk menunjukkan kepedulian atau ‘rasa sayang’nya terhadap orang tersebut. Love language setiap orang berbeda-beda, Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul “The 5 Love Language: The Secret to Love That Lasts” menyebutkan ada lima jenis bahasa, yaitu, quality time, physical ...
Belajar dari 2020
- Get link
- X
- Other Apps
Hai, semuaa! happy new year, welcome 2021!!!!!! huehehe. 2020 was an amazing year ever. Gue belajar banyak banget di tahun 2020, terutama pelajaran hidup.azeq. Siapa sangka, gue yang merupakan anak kelahiran tahun 98 (which is anak kemarin sore), menikmati banyak pelajaran hidup di tahun 2020 dan akan terus belajar pelajaran hidup di tahun-tahun berikutnya. Gapernah ada yang tau, akan ada kejadian apa di masa yang akan datang. Siapapun orangnya. Termasuk adanya pandemi ini. Buttt, adanya pandemi bener-bener ngajarin gue cara untuk bersyukur akan apapun yang gue punya, termasuk nikmat sehat, meski naasnya pekerjaan gue harus ilang. Gue pernah baca di timeline twitter gue, bunyi cuitannya kurang lebih begini, 2020 lu masih waras dan sehat aja udah cukup buktiin kalo lu berhasil. I'm totally 100% agree with that. Gue masih bisa berpikir secara waras saat sekarang ini aja merupakan sebuah achievement. Gue masih dikasih sehat, masih bisa makan, minum, cerita, nelfon, dsb itu udah sanga...