Posts

Ini Kita.

Sulit rasanya untuk jujur kepada hati yang sudah lama nyaman dengan situasi tertentu. Kita udah terlalu lama menjalaninya , sampai-sampai gatau kapan kita jujur kepada perasaan sendiri. Kadang, refleks yang kita lakukan satu sama lain terasa berlebihan untuk sekadar pertemanan. Lucunya, kita masih berusaha untuk meyakinkan diri kalau itu hal yang wajar dalam sebuah pertemanan kita. Kita memang jarang akur. Jaranggg sekali. Ada saja hal yang membuat kita berbeda pendapat, hingga akhirnya kita berdebat di depan umum. Memalukan. Aku gatau siapa yang mulai, yang jelas ini sudah jauh, sangat jauh. Kadang aku tertawa kalau mengingat hal-hal yang kita lalui bersama, namun kadang aku merasa ga membutuhkan kehadiranmu tuh. Aku tahu jelas gimana sikapmu kepadaku. Namun ada saat dimana kamu memperhatikan dan mempedulikan pendapatku, dari seorang kamu dengan sisi berbeda yang ku kenal. Lagi-lagi, kita berusaha untuk mewajarkannya dalam pertemanan ini. Kita memang suda...

A.

Hai, 14! Aku harap, masih ada sedikit waktumu untuk menyempatkan membaca sepucuk surat elektronik ini. Walaupun setahuku, kita tak pernah bertegur sapa sejak setahun silam. Apa kabar? Lama tak jumpa. Semoga kamu sehat selalu. Hmm, sebentar lagi kita akan menyudahi pembelajaran kita di masa putih abu-abu. Aku tidak menyangka, masa putih-abu akan berakhir secepat ini. Seingatku, kita baru saja bertemu karena disatukan dalam kelas. Lucu juga kalau mengingatnya. Aku yang saat itu terlalu cuek, sampai-sampai ga pernah mendengar namamu, tau-tau guru olahraga memanggil namamu yang terdaftar di absensi kelas. Hahahahaha, maaf, aku tidak cepat menghafal nama. Setelah usai mengenyam pendidikan di bangku putih abu-abu, kamu akan kemana? Apakah kita masih dapat berjumpa? Masih ada yang ingin ku tanyakan. Aku tahu, kamu pasti sudah menebak pertanyaan apa yang akan aku tanyakan dan aku juga tahu kamu pasti tidak akan menjawabnya. Tenang, aku ga akan memaksa. Ga nyangka ya, sekarang ka...